
MANOKWARI, KALAWAI NEWS.COM,- Guna mendukung optimalisasi tugas wilayah perairan di Papua Barat dan Papua Barat Daya Komando Daerah [Kodam] XVIII/Kasuari melaksanakan latihan menyelam scuba bagi 24 prajurit terpilih. Latihan menyelam dilaksanakan dengan menggandeng Komunitas Pirates Diving Team Manokwari salah satu komunitas selam profesional di Manokwari, Papua Barat.
Kepala Jasmani Kodam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Toni Sri Hartanto dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan pelatihan menyelam bagi prajurit dilaksanakan mengingat secara geografis wilayah kerja Kodam XVIII/Kasuari memiliki garis pantai yang panjang, wilayah perairan laut dan gugusan pulau seperti di Sorong dan Raja Ampat.
“Tuntutan geografis dan kesiapsiagaan operasional maka seorang prajurit harus andal di semua medan baik darat, hutan maupun wilayah perairan hingga pesisir,” ujar Toni.
Ia melanjutkan potensi terjadinya keadaan darurat di perairan di Papua Barat sangat tinggi sehingga kemampuan selam dapat mendukung prajurit saat pelaksanaan tugas kolaborasi bersama Basarnas, TNI AL dan institusi lain terkait.
Tugas dukungan ini tentu tidak menghilangkan tujuan utama prajurit bila melaksanakan infiltrasi atau eksfiltrasi air serta pengamanan obyek vital di wilayah perairan.
Toni berkilah melalui latihan menyelam ini dapat dibentuk tim reaksi cepat di setiap satuan kewilayahan baik Kodim maupun Yonif di wilayah pesisir untuk menanggulangi keadaan darurat.
“Latihan ini dirancang agar prajurit menanamkan disiplin tinggi dalam operasional latihan maupun penugasan dengan menggutaman keselamatan jiwa atau zero accident,” sambung Toni.
Pihaknya akan terus mendorong agar latihan menyelam dapat menjadi salah satu program rutin dalam kalender latihan tetap Kodam XVIII/Kasuari. Prajurit yang dinilai baik dan memiliki bakat menonjol akan di proyeksikan untuk pengembangan karier, sertifikasi hingga mendapat kursus selam lanjutan yang lebih tinggi seperti selam tempur [Tamtama/Bintara] maupun spesialisasi lintas matra internasional.
“Prajurit yang berprestasi akan didorong mengisi unit penugasan khusus yang diandalkan dalam operasi taktis maritim maupun misi penyelamatan kemanusiaan bersama SAR,” beber KA Jasdam XVIII/Kasuari.
Sementara itu, Bondan Bagus S.Psi instruktur selam dari Komunitas Pirates Diving Team Manokwari menuturkan sebelum menyelam prajurit diberikan pengetahuan singkat tentang dasar – dasar menyelam [scuba diving], pengenalan peralatan yang dipergunakan, teknik dasar scuba diving, teknik berenang, teknik memberi isyarat atau hand signal saat menyelam.
“Sebenarnya kami sedang menularkan ilmu menyelam kepada teman – teman hari ini. Menyelam scuba ini menyenangkan dan bisa bikin candu namun kita harus memahami dasar dasar menyelam agar menghindari terjadinya kecelakaan dan kesalahan saat menyelam,” tegas Bondan.
Bondan mengutarakan pasca latihan bagi prajurit yang menonjol dan berprestasi dapat didorong untuk mengikuti sertifikasi seturut jenjang open water, advance open water, rescue hingga kelak divemaster.
“Kami [Komunitas Pirates Diving Team] di Manokwari belum dapat mengeluarkan sertifikasi selam. Tapi bila ada yang sudah cakap dan berprestasi nanti dapat kita bantu agar bisa mengambil sertifikasi melalui lembaga selam resmi yang diakui,” urai staff Kesbangpol Papua Barat.
Terpisah Pratu Gerard Agung Melsasail salah satu peserta latihan dari Jasdam XVIII/Kasuari memberikan apresiasi kepada KA Jasdam Kodam XVIII/Kasuari yang telah menjalin kerjasama dengan Komunitas Pirates Diving Team Manokwari sehingga dapat mengikuti latihan menyelam.
Diakuinya metode latihan sangat singkat tetapi berkat arahan dan penjelasan instruktur yang memadai serta ringan sehingga materi dan teknik dasar scuba yang diberikan dapat diterima dan dipraktekkan dengan baik saat menyelam.
“Kesan saya materinya bagus dan dapat kami cerna dan praktekkan saat menyelam. Terima kasih Kodam XVIII/Kasuari dan instruktur dari Pirates Diving Team Manokwari,” pungkasnya.
[Yohanis Ajoi/KN 01/AMDG]
