


PEGUNUNGAN ARFAK, KALAWAI NEWS.COM,- Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Arfak, Saulus Towansiba S.K.M.,M.Ling mengajak seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak ikut mendukung langkah pemberantasan penyakit Kusta atau Leprosy yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.
Saulus menjelaskan penyakit kusta masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius semua pihak baik nakes maupun masyarakat.
“Kusta bukan hanya persoalan medis, tetapi juga dapat menimbulkan masalah sosial akibat stigma dan diskriminasi terhadap penderita maupun keluarganya,” kata Saulus Towansiba dalam sesi sosialisasi kusta tahun 2026, Jumat [28/8/2026].
Ia melanjutkan stigma dan diskriminasi kepada penderita kusta harus diperangi bersama. Karena itu, dia mengajak agar melalui kegiatan sosialisasi kusta tahun ini baik nakes maupun masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai penyakit kusta, mulai dari penyebab, tanda dan gejala, cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya pengobatan secara tuntas.
“Saya juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak untuk tidak takut dan tidak memberikan stigma kepada orang yang mengalami kusta. Kusta dapat diobati dan penderita yang menjalani pengobatan secara tepat dapat sembuh. Semakin cepat ditemukan dan diobati, semakin besar peluang untuk mencegah kecacatan serta memutus penularan,” tegas Saulus Towansiba.
Pihak Dinkes kemudian meminta seluruh tenaga kesehatan dan kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan agar rutin turun melakukan pengecekan penemuan kasus secara dini lalu melakukan pemeriksaan kontak serumah
sembari, mendampingi pengobatan dan terus memberi edukasi kepada masyarakat tentang apa itu kusta.
Plt Kadinkes Pegaf lantas berkomitmen untuk membangun kolaborasi dan sinergitas yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, kader, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat.
“Mari bersama – sama kita ciptakan Kabupaten Pegunungan Arfak yang lebih sehat, bebas dari stigma terhadap penderita kusta, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila menemukan tanda-tanda yang mengarah pada penyakit kusta,” pungkas mantan Direktur RSUD Pratama Yosmar.
[Yohanis Ajoi/KN 01/AMDG]

