


KAIMANA, KALAWAI NEWS.COM,— Aktivitas di Pelabuhan Kaimana, Papua Barat, menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya dari sisi pelayanan publik, peningkatan juga terlihat pada arus penumpang, bongkar muat barang hingga pembangunan infrastruktur pendukung pelabuhan.
Hal tersebut disampaikan Jemy Samori, SH, selaku Kepala Unit Pelaksana Pengoprasional Pelabuhan Laut ( KUPPPL) dalam momentum Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 tahun 2026 dengan tema “Menghubungkan Indonesia, Masa Depan Lebih Baik.”
Dalam kurun waktu sekitar empat tahun terakhir, berbagai perubahan disebut mulai terlihat di Pelabuhan Kaimana, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Banyak hal yang mengalami perubahan di Pelabuhan Kaimana. Tidak seperti yang lalu-lalu. Perubahan yang nampak kita lihat adalah kondisi pelabuhan mengalami perubahan yang cukup besar, salah satunya pelayanan publik masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, arus penumpang di Pelabuhan Kaimana juga mengalami peningkatan cukup tinggi dalam satu tahun terakhir. Selain itu, aktivitas bongkar muat barang turut menunjukkan tren peningkatan seiring besarnya potensi sumber daya alam Kaimana.
Kaimana bahkan menjadi salah satu daerah pemasok kebutuhan bagi Kabupaten Mimika. Berbagai komoditas lokal seperti pisang, daging, udang dan hasil alam lainnya dikirim secara rutin melalui jalur laut.
“Arus logistik untuk kebutuhan di Mimika juga mengalami peningkatan. Kapal-kapal Sabuk Nusantara yang datang dari minggu ke minggu juga menunjukkan peningkatan suplai kebutuhan untuk Kabupaten Mimika,” jelasnya.
Infrastruktur Pelabuhan Terus Dibenahi Perkembangan aktivitas pelabuhan tersebut juga diikuti dengan pembangunan dan pembenahan infrastruktur. Dukungan pemerintah pusat disebut menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan Pelabuhan Kaimana selama tiga tahun terakhir, yakni 2024, 2025 dan 2026.
Salah satu pembangunan utama adalah pembongkaran dermaga lama yang dinilai sudah tidak layak, kemudian dibangun kembali dengan fasilitas yang lebih memadai.
Saat ini, Pelabuhan Kaimana memiliki sejumlah dermaga dengan fungsi yang semakin spesifik. Dermaga umum disiapkan untuk melayani kapal berukuran besar, termasuk kapal kontainer dan kapal penumpang.
Sementara itu, terdapat dermaga multipurpose yang dapat melayani kapal dengan ukuran hingga sekitar 5.000 GT, termasuk kapal-kapal Sabuk Nusantara.
“Jadi kita melakukan pemisahan fungsi dermaga. Ada dermaga untuk kapal-kapal besar, kapal kontainer dan kapal penumpang. Ada juga dermaga untuk kapal penugasan, kemudian ada dermaga khusus yang spesialis melayani kebutuhan pembangunan,” katanya.
Dermaga Plencengan Disiapkan untuk Material Pembangunan Salah satu infrastruktur baru yang menjadi perhatian adalah Dermaga Plencengan. Dermaga tersebut secara khusus dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan, terutama distribusi material seperti pasir dan batu.
Selama ini, kebutuhan material pembangunan di Kaimana banyak didatangkan dari luar daerah menggunakan kapal tongkang. Kondisi tersebut sebelumnya menjadi salah satu tantangan dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur di Kaimana.
Dengan adanya Dermaga Plencengan, proses bongkar muat material pembangunan diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.
Pembangunan fisik dermaga tersebut disebut telah rampung. Namun, masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan, yakni pembangunan tujuh unit mooring dolphin yang ditargetkan rampung pada tahun anggaran 2027.
Mooring dolphin tersebut nantinya memiliki fungsi penting dalam mendukung operasional dermaga sekaligus memberikan sistem tambat kapal yang lebih aman.
“Kalau pembangunan mooring dolphin tujuh unit ini selesai pada tahun 2027, maka dermaga ini sudah siap untuk dioperasikan,” ujarnya.
Bersiap Sambut Investasi Besar Pengembangan infrastruktur transportasi laut juga dipandang penting untuk menyambut masuknya investasi berskala besar ke Kaimana.
Pihak Pelabuhan Kaimana menyebut terdapat rencana masuknya perusahaan besar ke daerah tersebut, termasuk sektor minyak dan gas (migas), sehingga kesiapan infrastruktur transportasi laut menjadi salah satu faktor yang harus dipersiapkan,Salah satu perusahaan yang disebut adalah PT Petronas.
“Kami bekerja keras untuk mempersiapkan infrastruktur bidang transportasi laut ini agar mampu memberikan pelayanan bagi investor-investor yang akan masuk ke Kaimana, termasuk migas yaitu PT Petronas,” ungkapnya.
Dengan berbagai pembangunan tersebut, Pelabuhan Kaimana diharapkan tidak hanya menjadi pintu keluar-masuk penumpang dan barang, tetapi juga mampu menjadi salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta ikut menjaga fasilitas pelabuhan yang telah dibangun pemerintah serta memperhatikan aspek keselamatan selama menggunakan transportasi laut.
“Tugas kami adalah sebagai pelayan. Kami siap melayani masyarakat. Mari sama-sama kita menjaga fasilitas yang disiapkan oleh negara, menjaga fasilitas dan juga menjaga keselamatan diri dalam melaksanakan perjalanan di bidang transportasi,” pungkasnya.
[Gerald Lewahira/KN 02/AMDG]

