

MANOKWARI, KALAWAI NEWS.COM,- Distrik Mokwam Kabupaten Manokwari yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pegunungan Arfak merupakan salah satu destinasi penyumbang PAD sektor pariwisata yang tertinggi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Namun naas masyarakat di empat kampung yang ada di wilayah Mokwam yakni Kampung Mokwam, Amber, Asarbey, dan Syou listrik yang bersumber dari PLTS Mokwam hanya dapat menyala selama 5 jam selebihnya gelap.
Tokoh Pemuda Distrik Mokwam, Majanto Ullo mengatakan kondisi listrik yang menyala hanya 5 jam ini telah berlangsung selama 6 bulan sejak April 2026. Masyarakat tidak berdaya untuk mencari alternatif lain dan berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun PLN UP3 Manokwari.
“Mokwam ini adalah salah satu desa wisata unggulan di Papua Barat, penyumbang PAD dari sektor pariwisata tetapi kenapa masyarakat sulit untuk melihat terang karena listrik hanya menyala 5 jam saja,” ujar Majanto Ullo, Kamis [29/10/2026].
Majanto lalu berharap adanya kepedulian dan perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari dan perbatasan Pegunungan Arfak serta PLN UP3 Manokwari untuk segera mencari solusi kelistrikan bagi warga di Mokwam.
Menurutnya listrik sangat vital mengingat aktivitas masyarakat di Mokwam yang sepenuhnya bergantung pada listrik. Selain itu juga, kunjungan wisatawan ke Mokwam harus ditunjang dengan pasokan listrik yang cukup sehingga tamu yang datang dari mancanegara dapat beraktivitas dengan baik di malam hari.
Sementara agenda besar di depan mata yang akan datang yakni persiapan warga menyambut perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
“Menjelang Natal pasti banyak kegiatan yang membutuhkan listrik karena itu mohon agar pemerintah bersama PLN UP3 Manokwari dapat segera mengambil langkah agar masyarakat dapat menikmati listrik 24 jam kembali,” pungkas Majanto Ullo.
[Yohanis Ajoi/KN 01/AMDG]

