

KAIMANA, KALAWAI NEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Wakil Bupati Isak Waryensi menaruh perhatian serius terhadap krisis air bersih yang dikeluhkan masyarakat. Sebagai langkah penanganan, Pemkab Kaimana menyiapkan empat mobil tangki untuk menyuplai dan mendistribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan.
Langkah tersebut dilakukan menyusul banyaknya keluhan dan masukan masyarakat terkait kebutuhan air bersih untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama untuk konsumsi.
Pemkab Kaimana telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) guna mendukung upaya distribusi air bersih kepada masyarakat.
Selain persoalan krisis air bersih, Wakil Bupati Isak Waryensi juga menyoroti ancaman kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kaimana.
Beberapa titik yang dilaporkan mengalami kebakaran antara lain Kensi, Maskur, Ergara, hingga kejadian terbaru di wilayah Lobo,Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kebun maupun di kawasan yang rawan terjadi kebakaran.
Masyarakat, khususnya para perokok, diminta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang. Puntung rokok yang dibuang sembarangan, terutama saat berkendara atau melintasi kawasan kering, berpotensi memicu kebakaran.
“Kesadaran dan kepedulian bersama sangat penting. Jangan sampai kelalaian satu orang justru membawa dampak buruk bagi masyarakat luas,” demikian imbauan yang disampaikan.
Wakil Bupati Isak Waryensi menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya merespons persoalan yang dihadapi masyarakat, baik terkait pemenuhan kebutuhan air bersih maupun penanganan ancaman kebakaran.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD, Damkar, dan seluruh petugas yang telah bekerja sama dalam merespons keluhan masyarakat serta menangani berbagai kejadian di lapangan.
Sinergi antara pemerintah, petugas, dan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat penanganan kondisi darurat sekaligus meminimalkan dampak krisis air bersih dan bencana kebakaran di Kabupaten Kaimana.
[Gerald Lewaherilla/KN 02/AMDG]

