

MANOKWARI SELATAN, KALAWAI NEWS. COM,- Anggota Pokja Perempuan Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Dapil Manokwari Selatan, Yuliana Kawey SE menemukan sejumlah permasalahan yang cukup kompleks di sektor pendidikan di wilayah Tahota Kabupaten Manokwari Selatan.
Temuan sejumlah permasalahan tersebut di antaranya, kurangnya aksesibilitas berupa sarana transportasi bagi tenaga pendidikan, kekurangan tenaga kependidikan dan pendidik dengan kualitas dan mutu yang sesuai standar pendidikan, alat peraga pendukung pembelajaran [seperti, buku pelajaran /alat peraga/ teknologi] belum merata ada di semua sekolah.
Selain itu juga ketidakhadiran guru di sekolah masih tinggi disebabkan oleh pemenuhan kesejahteraan guru dan kondisi medan kerja yang sulit terakses transportasi. Banyak sekolah di wilayah Tahota juga kekurangan fasilitas dasar seperti ruang kelas yang layak, buku pelajaran, dan ekses internet.
“Hasil temuan ini kami harapkan ada langkah nyata dari Pemda Mansel dan Pemprov Papua Barat melalui dinas pendidikan agar dapat meningkatkan aksesibilitas, meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan/kursus, meningkatkan fasilitas dan insfrastruktur dasar serta memperhatikan kesejahteraan guru,” urai Yuliana Kawey, di Tahota, Manokwari Selatan, Senin [11/8/2025].
Lebih lanjut Yuliana mengungkapkan momen Reses II Tahun 2025 MRP Papua Barat ini ia fokuskan untuk memperkuat sektor pendidikan di wilayah Manokwari Selatan. Salah satunya dengan mengunjungi langsung SD Inpres 119 Tahota dan berdialog dengan guru dan masyarakat sekitar.
Hal ini dilakukan sesuai tugas dan wewenang MRP yang tertuang dalam pasal 20 poin d UU Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Otsus bagi Provinsi Papua.
“Memperhatikan dan menyalurkan aspirasi pengaduan masyarakat adat, umat beragama, kaum perempuan, dan masyarakat pada umumnya yang menyangkut hak – hak orang asli Papua serta memfasilitasi tindak lanjut penyelesaiannya,” pungkas Yuliana Kawey.
[Yohanis Ajoi/KN 01/AMDG]