Press ESC to close

Insiden Warga Terkena Peluru, Parjal Minta Pangdam Evaluasi Dandim 1812/Pegaf

MANOKWARI, KALAWAI NEWS.COM,- Pasca insiden dugaan ledakan bahan peledak yang menyebabkan Harun Aska dan Seno Isia terluka pada kaki Rabu [21/10/2026] pukul 13.50 WIT, mendapat atensi serius dari sejumlah kalangan.

Panglima Parlemen Jalanan [Parjal] melalui Koordinator Divisi Humas, Permin Tabuni meminta agar Pangdam XIV/Kasuari segera mengevaluasi kinerja Dandim 1812/Pegunungan Arfak yang dinilai acuh dan ceroboh terhadap dampak kegiatan latihan militer di wilayah Pegunungan Arfak.

“Pangdam harus melakukan evaluasi terhadap Dandim atas kejadian yang menimpa dua korban warga sipil,” tegas Permin Tabuni di Manokwari, Kamis [22/10/2026].

Permin melanjutkan seharusnya Dandim 1812/Pegaf berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup sebelum melaksanakan latihan militer karena banyaknya warga sipil serta satwa dan flora yang dilindungi di wilayah Pegunungan Arfak. Potensi alam dan wisata yang unik Pegunungan Arfak tidak boleh dicoreng dengan adanya latihan militer di Pegaf.

“Pegaf adalah kabupaten yang memiliki keindahan alam. Karena itu hutan perlu dijaga bukan untuk menjadi lahan latihan militer yang dapat menimbulkan kecemasan bagi warga,” tegas Kordiv Humas Parjal.

Ia lantas mengingatkan tidak ada dasar bagi aparat TNI melaksanakan latihan militer di Pegunungan Arfak. Pasalnya tidak ada ancaman dan gangguan keamanan selama ini di Pegunungan Arfak. Karena itu Pangdam XIV/Kasuari perlu mengevaluasi Dandim 1812/ Pegaf terkait prosedur pelaksanaan latihan militer di wilayah Pegunungan Arfak.

“Wilayah Pegaf selama ini kondusif dan steril. Karena itu tidak boleh ada kegiatan latihan militer yang justru membuat warga dan alam tidak aman apalagi menjadi korban,” tutup Permin Tabuni.

[Yohanis Ajoi/KN 01/AMDG

@Katen on Instagram
This error message is only visible to WordPress admins

Error: No feed with the ID 1 found.

Please go to the Instagram Feed settings page to create a feed.