

MANOKWARI, KALAWAI NEWS.COM,- Mantan Bupati Pegunungan Arfak, Yosias Saroy mengajak seluruh pihak mulai dari masyarakat yang ada di Kabupaten Pegunungan Arfak hingga pihak terkait mendukung usulan pemekaran dua DOB Pegunungan Meyah dan Puncak Arfak. Menurutnya usulan pemekaran dua DOB baru dari Pegunungan Arfak tidak boleh menciptakan konflik atau perpecahan di tengah masyarakat.
“Mari beri dukungan dan tidak memecah belah agar kedepan tidak menimbulkan konflik horisontal di antara sesama warga GPKAI dan suku besar Arfak,” ujar Yosias Saroy, Jumat [9/10/2026].
Yosias melanjutkan dukungan pemekaran dua DOB Pegunungan Meyah dan Puncak Arfak sudah dimulai sejak kepemimpinan Yosias Saroy dan Marinus Mandacan dan kini dilanjutkan oleh Dominggus Saiba selaku Bupati Pegunungan Arfak. Tujuan mendorong pemekaran wilayah di Pegunungan Arfak diakui guna mendukung pemerataan kesejahteraan kepada masyarakat.
“Tujuan utama kita adalah untuk menyejahterakan rakyat. Karena memang APBD Pegaf tidak mampu mendukung seluruh pembangunan infrastruktur di Pegunungan Arfak yang memiliki medan geografis sulit,” tegas Ketua Umum KONI Papua Barat.
Karena itu, dia mendukung agar Pemerintah Provinsi Papua Barat segera mengambil inisiatif mengundang kabupaten perbatasan yang berhubungan dengan wilayah pemekaran dua DOB ini.
Pemerintah Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni dan Tambrauw harus diajak berdiskusi terkait tapal batas wilayah bersama dengan kepala suku dan pemilik hak ulayat.
“Kelengkapan dokumen administrasi maupun kewilayahan harus diselesaikan bersama semua pihak terkait karena itu Pemprov perlu memfasilitasi dibukanya dialog publik,” pungkas Yosias Saroy.
[Yohanis Ajoi/KN 01/AMDG]

