

KAIMANA, KALAWAINEWS.COM,— Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kaimana selama hampir dua pekan mulai menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu jarak pandang dan operasional penerbangan di Bandara Utarom Kaimana.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Utarom Kaimana, Juprianto Pali, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang dapat memperburuk kondisi udara dan meningkatkan kepulan asap di wilayah Kaimana dan sekitarnya.
Imbauan tersebut disampaikan Juprianto saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026). Menurutnya, jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.
“Kurang lebih dua minggu ini jarak pandang di sekitar Bandara Kaimana berada di bawah lima kilometer. Kondisi seperti ini tentu perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi operasional penerbangan,” ujarnya.
Juprianto meminta masyarakat tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. Warga juga diminta menghindari pembakaran sampah di sekitar permukiman karena asap yang dihasilkan dapat menyebar dan berdampak terhadap kawasan lain, termasuk lingkungan sekitar bandar udara.
“Kami mengimbau masyarakat melalui media massa dan media sosial agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah di sekitar rumah. Mari kita jaga sama-sama dan bertanggung jawab terhadap kondisi daerah kita,” katanya.
Ia mengingatkan, apabila kabut asap semakin pekat hingga mengganggu jarak pandang, operasional penerbangan dapat mengalami penyesuaian, bahkan berpotensi dihentikan sementara demi keselamatan penerbangan.
“Kalau penerbangan nanti harus dihentikan sementara karena faktor asap, yang merasakan dampaknya juga kita sendiri. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga agar operasional penerbangan tidak terganggu,” tegasnya.
Juprianto mengatakan, kondisi kabut asap di Kaimana saat ini belum separah sejumlah daerah lain di Tanah Papua. Namun, kondisi tersebut tetap harus diantisipasi, terlebih di tengah musim kemarau yang panjang yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Pihak UPBU Utarom, lanjut dia, terus menyampaikan imbauan melalui media sosial dan berbagai saluran komunikasi agar masyarakat memahami dampak kabut asap, baik terhadap penerbangan maupun kesehatan.
Meski jarak pandang mengalami penurunan, sejumlah rute penerbangan dari Kaimana masih berjalan stabil, di antaranya Kaimana–Nabire, Kaimana–Sorong, Kaimana–Fakfak, dan Kaimana–Timika.
Sementara itu, penerbangan Kaimana–Manokwari mengalami pembatalan selama dua hari terakhir. Menurut Juprianto, kondisi tersebut dipengaruhi kabut asap yang lebih tebal di Bandara Rendani Manokwari, sehingga jarak pandang di bandara tujuan turut menjadi faktor dalam operasional penerbangan.
Juprianto kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran, sehingga kondisi asap tidak semakin meluas dan aktivitas penerbangan serta kegiatan masyarakat di Kaimana tetap berjalan normal.
[Gerald Lewaherilla/KN 02/AMDG]

