


TAMBRAUW, KALAWAI NEWS.COM,- Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw menerima sejumlah usulan dan aspirasi terkait pelayanan pemerintahan dan kebijakan pembangunan dari sejumlah tokoh pemekaran dan masyarakat di Aula Penyu Belimbing, Fef, Tambrauw, Senin [7/9/2026].
Hadir dalam pertemuan itu, Bupati Tambrauw, Yeskiel Yesnat S.E.,M.Si, Wakil Bupati Paulus Ajambuani SH, Ketua DPRK Tambrauw, Yan Sundoy S.Pd dan Wakil Ketua I Yohanes Yesawen serta sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemda Tambrauw.
Barnabas Sedik salah satu tokoh dan juga Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Tambrauw mengatakan ibarat seorang Ibu yang menyayangi anaknya. Kritikan dan usulan yang disampaikan oleh tim pemekaran adalah bentuk kasih sayang seorang Ibu kepada anaknya yang telah dilahirkannya.
“Kami bersyukur karena hari ini pertemuan antara pemerintah Tambrauw dengan tokoh – tokoh pemekaran dapat terlaksana. Setelah sekian lama Tambrauw lahir baru hari ini kita dapat difasilitasi dalam sebuah pertemuan antara pemerintah dan tokoh pemekaran Kabupaten Tambrauw. Karena itu mohon agar pertemuan ini dilihat sebagai pertemuan antara seorang ibu dan anaknya,” tegas Barnabas Sedik.
Barnabas melanjutkan dengan menyampaikan sejumlah aspirasi tokoh pemekaran di antaranya, pelayanan pemerintahan yang belum berjalan optimal di Fef, tingkat kehadiran ASN di tempat tugas yang masih rendah, mutasi dan rotasi jabatan di sejumlah OPD yang belum sesuai kepangkatan, ketidakhadiran Bupati di Fef, banyaknya kegiatan pemerintahan dilaksanakan di luar Fef, rendahnya perputaran roda ekonomi di tengah masyarakat, serta pengusulan pejabat definitif Sekretaris Daerah Tambrauw.
“Kami berharap agar aspirasi yang dibacakan ini dapat diterima dan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah Tambrauw dalam menyusun rencana kebijakan dan mengambil keputusan,” tegas Barnabas Sedik.
Menanggapi usulan dan aspirasi yang disampaikan Bupati Tambrauw, Yeskiel Yesnat menegaskan menerima usulan dan aspirasi yang disampaikan. Dirinya berjanji akan memberikan dukungan anggaran di tahun 2027 khusus untuk dilakukan kajian akademis untuk mendata semua tim pemekaran baik yang ada di Sorong, Manokwari maupun di Tambrauw.
Upaya ini dilakukan agar semua tokoh dan tim yang terlibat di dalam memperjuangkan lahirnya Kabupaten Tambrauw tidak boleh merasa termarginalkan dan diabaikan oleh pemerintah.
“Semua usulan baik dan kami terima sebagai masukan dan perbaikan bagi pelayanan pemerintah. Tahun depan juga kita akan dukung anggaran agar memberdayakan dan mendata semua tim serta tokoh pemekaran kabupaten Tambrauw yang selama ini belum tercatat dan terdata dengan baik,” pungkas Yeskiel Yesnat.
[Yohanis Ajoi/KN 01/AMDG]

