


SORONG, KALAWAI NEWS.COM,- Ada yang berbeda dari agenda reses Anggota DPRP Papua Barat Daerah Pengangkatan [Dapeng] Kabupaten Sorong, Barnike Susana Kalami, saat turun menyapa konstituennya dalam rangkaian Reses Tahap II Tahun Anggaran 2026. Tak hanya duduk mendengarkan keluh kesah warga di ruang tertutup, srikandi legislatif ini turun langsung membaur dan membawa energi positif bagi para pemuda di momen kemerdekaan.
Rangkaian reses kali ini digelar di tiga titik strategis. Titik pertama dimulai pada 18 Agustus 2026 di Kampung Mariat Pantai, Distrik Mariat. Suasana hangat dan penuh keakraban langsung terasa saat warga berbondong-bondong menyampaikan curahan hati mereka kepada sang wakil rakyat.
Perjalanan reses kemudian berlanjut ke titik kedua pada 19–20 Agustus 2026 di Kompleks Base Camp, Kelurahan Klamasen, Distrik Mariat. Di sini, kehadiran Barnike disambut antusias oleh para pemuda setempat. Tak sekadar berdialog, ia memberikan dukungan nyata dengan menyerahkan bantuan biaya operasional untuk menyukseskan turnamen futsal antar-pemuda dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia. Gelaran turnamen yang berlangsung selama dua hari itu pun mendadak makin bersemangat berkat dukungan penuh dari sang dewan.
Rangkaian serap aspirasi ini akhirnya ditutup di titik ketiga pada 26 Agustus 2026 di Kampung Klasafet, Distrik Klamono, yang juga dipadati oleh antusiasme warga yang ingin menyampaikan langsung unek-unek mereka.
Suara Dari Bawah: Dari Perut Bumi Klamono hingga Sudut Klamasen
Dari tiga titik kunjungan tersebut, sederet PR besar pembangunan berhasil dirangkum oleh Barnike Susana Kalami. Aspirasi yang disuarakan warga benar-benar menyentuh berbagai lini kehidupan dasar:
Infrastruktur & Aksesibilitas: Warga kompak menyuarakan kebutuhan mendesak terkait pembangunan infrastruktur jalan lingkungan serta pengadaan lampu penerangan jalan demi keamanan malam hari.
Kesehatan di Ujung Tanduk: Jarak puskesmas yang terlampau jauh membuat warga mendesak dibangunnya Polindes (Pondok Bersalin Desa) agar ibu dan anak bisa mendapat pertolongan cepat.
Ekonomi Kerakyatan & Sosial: Petani dan pedagang kecil mengeluhkan sulitnya akses distribusi, sehingga mereka memohon bantuan sarana transportasi darat untuk mengangkut hasil bumi ke pasar. Tak ketinggalan, program bedah rumah bagi warga tak mampu serta penyelesaian sengketa tanah adat turut menjadi sorotan tajam.
Masa Depan Generasi Muda: Selain mendukung turnamen futsal, warga juga meminta penyediaan fasilitas lapangan sepak bola yang layak dan permanen bagi pemuda. Bahkan, perhatian khusus juga diarahkan pada dunia pendidikan—mulai dari uluran tangan untuk mahasiswa tingkat akhir yang tengah berjuang merampungkan skripsi.
Catat, Kawal, dan Eksekusi!
Menanggapi gelombang aspirasi yang begitu padat, Barnike Susana Kalami menegaskan bahwa setiap kalimat, keluhan, dan usulan yang keluar dari mulut warga telah tercatat rapi di dalam catatannya. Ia memastikan bahwa seluruh aspirasi ini tidak akan berhenti hanya sebatas lembaran kertas laporan.
“Semua usulan dan kebutuhan riil yang bapak-ibu sampaikan hari ini sudah saya catat dengan baik. Ini adalah amanah. Saya pastikan aspirasi ini akan kita kawal bersama dan diperjuangkan melalui mekanisme kebijakan di dewan agar bisa masuk dalam program pembangunan pemerintah daerah,” ujar Barnike dengan penuh komitmen di hadapan warga.
Dengan berakhirnya reses tahap kedua ini, deretan PR dari Kampung Mariat Pantai, Klamasen, hingga Klasafet siap dibawa ke Gedung Dewan untuk disuarakan kepada pihak eksekutif. Warga kini tinggal menanti, berharap tangan dingin sang wakil rakyat mampu membawa perubahan nyata bagi tanah Sorong tercinta.
[Yohanis Ajoi/KN 01/AMDG/Rilis]

