

TELUK BINTUNI, KALAWAI NEWS.COM,- Dua penyanyi asal Kampus Universitas Caritas Indonesia UNCRI, Yulse Nahuwae dan Debri tampil memukau di penutupan Pesta Paduan Suara Gerejani Pesparani ke-IV di gedung serbaguna GSG Teluk Bintuni Papua Barat, Jumat (10/7/2026).
Keduanya tampil dengan gaun hitam di awal acara Yulse melantunkan lagu, Karena Cinta ciptaan Joy Tobing dengan suara yang menyihir para peserta Pesparani dan juga tamu undangan, begitu juga Debri yang membawa lagu Kaulah Segalanya ciptaan Ruth Sahanaya.
“Puji Tuhan diberikan kesempatan tampil di momen sebesar itu, agak canggung namun bisa di atasi,” ucap Yulse Nahuwae Jumat.
Perempuan berdarah NTT Maluku itu merupakan peraih juara Bintang Radio tingkat provinsi yang digelar RRI Manokwari.
Sementara Debri yang tampil sebelum duet Putri Pasane’a dan Joshua melantunkan lagu ciptaan Ruth Sahanaya juga tak kalah menarik, suaranya membuat Forkompinda yang hadir pun kagum.
Selain dua penyanyi asal UNCRI Manokwari tampil dalam penutup juga terdapat penyanyi Putri Pasane’a dan Joshua peringkat lima Indonesian idol.
Penutupan Pesparani Bintuni Juara Umum
Kabupaten Teluk Bintuni berhasil keluar sebagai juara umum Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat setelah meraih lima gelar champions dari berbagai kategori lomba.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Fakfak dengan empat gelar champions, disusul Kabupaten Kaimana dengan dua champions. Sementara Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Manokwari Selatan masing-masing meraih satu gelar champions.
Teluk Bintuni memastikan gelar juara umum melalui kemenangan pada kategori Mazmur Anak, Mazmur Remaja, Mazmur Dewasa, Bertutur Kitab Suci, serta Paduan Suara (PS) Gregorian Dewasa.
Sementara itu, Kabupaten Fakfak meraih gelar juara pada kategori Cerdas Cermat Rohani (CCR) Remaja, Paduan Suara Gregorian Dewasa, Paduan Suara Dewasa Wanita, dan Paduan Suara Orang Muda Katolik (OMK).
Kabupaten Kaimana berhasil menjadi yang terbaik pada kategori CCR Anak dan Paduan Suara Dewasa Campuran. Adapun Kabupaten Manokwari meraih champions kategori Paduan Suara Anak, sedangkan Kabupaten Manokwari Selatan menjadi juara pada kategori Mazmur OMK.
Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat, Prof. Dr. Roberth K.R. Hammar, meminta seluruh kabupaten peraih champions segera mempersiapkan diri untuk menghadapi Pesparani Katolik Tingkat Nasional di Manado, Sulawesi Utara, tahun depan.
Menurutnya, prestasi di tingkat provinsi harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas latihan, mengingat persaingan di tingkat nasional akan jauh lebih berat.
Ia berharap seluruh kontingen Papua Barat dapat membawa nama baik daerah dengan persiapan yang matang serta terus mengembangkan kemampuan dalam bidang musik liturgi dan pembinaan iman.
Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyampaikan bahwa selama empat hari Teluk Bintuni menjadi rumah bersama bagi seluruh kontingen Pesparani IV Papua Barat yang dipenuhi doa, pujian, persahabatan, dan pelayanan.
“Empat hari yang mengajarkan kepada kita bahwa ketika iman dipadukan dengan kasih, maka perbedaan bukan menjadi penghalang, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan,” katanya.
Menurutnya, Pesparani memberikan pelajaran penting tentang arti kebersamaan. Ia mengibaratkan kehidupan masyarakat seperti sebuah paduan suara yang hanya dapat menghasilkan harmoni apabila setiap orang mampu saling mendengar, menghargai, melayani, dan melengkapi.
“Sebagaimana sebuah paduan suara tidak akan menghasilkan harmoni apabila setiap penyanyi hanya ingin menonjolkan suaranya sendiri. Demikian pula Papua Barat hanya akan menjadi daerah yang damai dan maju apabila setiap anak bangsa bersedia berjalan dalam irama yang sama,” ujarnya.
Penutupan Pesparani dan penyerahan Piala juara ditandai dengan petasan yang dilepaskan di depan gedung GSG. Setelah penutupan Tuan rumah yang meraih gelar juara umum langsung merayakan dengan melakukan pawai keliling Kota.
[Yohanis Ajoi/KN 01/AMDG/Rilis]
