

JAKARTA, KALAWAI NEWS.COM,- Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Jakarta menerima lawatan resmi Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si. Pertemuan berlangsung produktif dan penuh kehangatan, menandai komitmen kedua pihak untuk memperkuat kerja sama pembangunan di Provinsi Papua Barat.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh:
Dari Kedutaan Besar RRT:
• H.E. Mr. Wang Lutong, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia
• Mr. Wu Zhuwei, Konsuler Ekonomi dan Perdagangan
• Konsuler Pendidikan Kedutaan RRT
Dari Pemerintah Provinsi Papua Barat:
• Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, Gubernur Papua Barat
• Tony Aditya Herdianto, Special Advisor to the Governor
• Dr. Onasius P. M. Matani, Kepala Biro Pembangunan
• Raymond Yap, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan.
Hubungan Bilateral Indonesia–Tiongkok Semakin Erat
Dalam pertemuan, Dubes Wang Lutong menegaskan bahwa hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok saat ini berada pada tingkat yang sangat baik. Jejaring kota kembar (sister cities) antara Indonesia dan Tiongkok kini telah mencapai lebih dari 20 kemitraan, menunjukkan kedekatan hubungan antardaerah kedua negara.
Dubes Wang menyampaikan bahwa Pemerintah Tiongkok memberikan perhatian khusus pada kerja sama pembangunan yang menjangkau daerah-daerah, termasuk Papua Barat. Ini sejalan dengan komitmen Tiongkok untuk memperluas kolaborasi di tingkat subnasional.
Dukungan untuk Papua Barat
Duta Besar Wang mengungkapkan ketertarikannya untuk melakukan kunjungan resmi ke Papua Barat, sekaligus mempelajari peluang kerja sama secara langsung. Beliau juga menyampaikan kesiapan Kedutaan Besar Tiongkok untuk:
• Memberikan dukungan, termasuk potensi pendanaan untuk program prioritas Papua Barat
• Menghubungkan Pemerintah Provinsi dengan investor Tiongkok, terutama untuk pengembangan industri strategis
• Memfasilitasi tindak lanjut teknis melalui Working Group Kedutaan yang akan berkoordinasi langsung dengan tim Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Usulan Kerja Sama Strategis Papua Barat – Tiongkok
Dalam pertemuan tersebut, Drs Dominggus Mandacan M.Si memaparkan prioritas pembangunan dan potensi kerja sama dengan Tiongkok. Sejumlah sektor yang diusulkan untuk segera ditindaklanjuti antara lain:
1. Pendidikan
• Program exchange, training, dan beasiswa bagi guru, dosen, mahasiswa, dan pelajar Papua Barat
• Pembentukan Confucius Institute pertama di Tanah Papua
• Peningkatan kerja sama perguruan tinggi, sesuai arahan Konsuler Pendidikan, dengan penetapan bidang prioritas dan perguruan tinggi mitra di Tiongkok
2. Kesehatan
• Pelatihan tenaga kesehatan di berbagai rumah sakit atau institusi medis di Tiongkok
• Dukungan pembangunan Rumah Sakit Provinsi Papua Barat sebagai rumah sakit rujukan regional, termasuk kemungkinan dukungan layanan spesialis jantung
• Akses program China Aid untuk peningkatan kapasitas dan fasilitas kesehatan
3. Ekonomi, Industri, dan Sumber Daya Alam
Masukan dari Konsuler Ekonomi dan Perdagangan mencakup:
• Kolaborasi dengan CCCI dan investor Tiongkok pada sektor pertanian serta kelautan
• Pelatihan industri melalui PT Conch, salah satu perusahaan terbesar Tiongkok
• Eksplorasi investasi manufaktur dan hilirisasi di Papua Barat.
Arah Kolaborasi ke Depan
Dubes Wang juga menyarankan agar Gubernur Papua Barat melakukan pertemuan dengan Perkumpulan Pengusaha Tiongkok (Chinese Chamber of Commerce) untuk memperluas jejaring dan peluang investasi.
Ia menegaskan komitmen Kedutaan untuk mendorong seluruh inisiatif kerja sama yang telah dibahas agar dapat berkembang dengan lebih cepat dan terarah.
Di akhir pertemuan, Dubes Wang menyampaikan apresiasi atas kunjungan resmi Gubernur Papua Barat dan berharap hubungan bilateral antardaerah dapat terus diperkuat. Dia juga mendoakan agar perjalanan Gubernur kembali ke Manokwari malam ini berjalan lancar dan selamat.
[Yohanis Ajoi/KN 01/Rilis/AMDG]
